Nu Tos Ningal Ieu Blog

Rabu, 16 November 2011

Metro (TV) One

Metro salah satu media televisi yang khusus membawakan 80 % materi siarannya berupa berita, mungkin bisa dibilang CNN nya Indonesia. Metro yang hadir dari anak perusahaan Media Indonesia milik Surya Paloh pada tahun 2000 memberikan pilihan baru pada pertelevisian Indonesia. Berita yang semula dikuasai oleh Liputan 6 milik SCTV kini telah berangsur berpindah ke Metro TV yang memang berfungsi sebagai news chanel. Metro dengan mengedapankan berita di tagline nya menggaet presenter wanita yang cantik, pintar dan lugas, diantaranya sebagai berikut Fifi Aleyda Yahya, Desi Anwar (mantan pembawa berita RCTI) dan lain-lain. Setelah 2008 Metro TV mendapat persaingan dari stasiun Televisi yang insaf dari jalur seks,mistis dan kriminal ke jalur berita dan Olahraga. Ya itu adalah stasiun televisi TV One milik keluarga Bakrie yang mengambil alih dari Abdul Latief (Lativi). Dengan dewan direksi dari liputan 6 SCTV Karni Ilyas, sehingga banyak mantan staf Liputan 6 SCTV berpindah ke TV One seperti Alfito Deanova, tak hanya dari SCTV dari Trans TV pun ikut bergabung seperti Tina Talisa dan Prabu Revolusi.Tentu saja dengan staf yang begitu berpengalaman dan mumpuni. TV One selalu terdepan dalam memberitakan bahkan telah melewati seniornya yaitu Metro TV. Hampir di setiap penjuru Indonesia TV One menjadai referensi sebagai media televisi berita. Tapi hal ini tidak mengukuhkan TV One sebagai pemegang kategori berita (news chanel) di ajang Panasonic Award. Malah yang memenangkan kategori ini adalah RCTI si stasiun swasta tertua dengan bisnis sinetronnya. Beginilah kalau sebuah ajang penghargaan hanya di tentukan jumlah sms pendukung, kemungkinan bisa dimanipulasi. Jadilah media televisi sebagai penyebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan sebagai pengawas dan pemerhati jalannya reformasi birokrasi di Indonesia.

ASK-PASUNDAN JAYA

Tidak ada komentar: