Nu Tos Ningal Ieu Blog

Senin, 30 Maret 2009

Resensi buku “Hubungan Indonesia - Amerika dasawarsa ke II tahun 1955-1965”


Resensi Buku Non Fiksi

Resensi Buku “Hubungan Indonesia - Amerika dasawarsa ke II tahun 1955-1965”

  • Judul Buku : Hubungan Indonesia - Amerika dasawarsa ke II tahun 1955-1965
  • Penulis : Hadi Soebadio
  • Tahun Terbit : 2005
  • Penerbit : Pramitra Press
  • Tebal Halaman : 211 halaman
  • Jumlah Bab : 5 Bab
  • Kelebihan : Mengungkapkan rahasia hubungan bilateral negara Indonesia dengan Amerika pada tahun 1955-1965 secara lengkap dan mendetail.
  • Kekurangan : Dalam memaparkan isi buku,penulis sangat blak-blakan dalam membuka rahasia negara.Sehingga memungkinkan ada pihak yang tersinggung
  • Sasaran : Dewasa (21 tahun ke atas)
  • Inti Sari per bab :

    1. Bab I : Pendahuluan

Buku ini menyajikan tentang motivasi Amerika untuk membendung paham komunis di dunia.Dimulai setelah perang Dunia II tahun 1948 Amerika mengeluarkan program Truman Doctrin.Yaitu sebuah program penyebaran paham anti komunis (liberal) yang ditujukan ke seluruh dunia khususnya negara tetangga sumber komunis (Uni Soviet dan Cina).Hal ini tentu menjadikan perang urat syaraf antara blok liberal dan blok komunis.Banyak perebutan pengaruh di belahan dunia antara blok liberal dan blok komunis termasuk negara Indonesia yang di dalamnya bergolak terjadi perlawanan melawan komunis.Di dalam buku ini akan disajikan beberapa pendekatan Amerika dengan Indonesia dalam upayanya menanamkan pengaruhnya di Indonesia untuk anti Komunis.

    1. Bab II : Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Sesudah Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II Amerika menunjukkan kekuatannya dengan menggunakan Bom Atom.Asia Pasifik Raya menjadi wilayah kekuasaanya.Sementara sekutunya Inggris dan Perancis walaupun menang menghadapi Jerman tetapi mereka merugi besar karena negara mereka hancur.Maka jadilah Amerika sebagai Penguasa Blok Barat (Liberal).Setelah kekalahan Jerman (Nazi) dalam perang dunia II,terjadi kekosongan kekuasaan di Eropa..Uni Soviet sebagai negara besar di kawasan Eropa berinisiatif untuk mengambil alih pengaruh dan kekuasaan di Eropa dari faham Nazi (Jerman).Hal itulah yang mengubah kebijakan politik Amerika.Pada masa itu Amerika berusaha mengimbangi kekuatan Uni Soviet di Eropa.karena Amerika memiliki perekonomian yang kuat serta memiliki senjata canggih (nuklir).Maka sejak itu di dunia terdapat dua kekuatan besar yaitu negara amerika dan Uni Soviet.

Karena jarak geografis Uni Soviet yang sangat dekat dengan Eropa maka Uni Soviet melakukan agresi ke negara Eropa Timur dan kawasan Balkan.Sedangkan Amerika mengeluarkan program Marshall Plan untuk membantu negara-negara Eropa Selatan dan Eropa Barat untuk membendung Uni Soviet serta membentu NATO (North Atlantic Teritory Organization) lembaga pertahanan negara-negara di Kawasan Atlantik Utara.Walaupun banyak negara yang terpengaruh oleh kedua negara adidaya tersebut,tapi banyak juga negara kecil yang tetap berpendirian dan juga berusaha untuk membela negaranya jika suatu waktu negara mereka diserang oleh Amerika dan Uni Soviet.

    1. Bab III : Dinamika Hubungan Politik Indonesia – Amerika

Setelah masa kemerdekaan Indonesia,sekitar tahun 1950-1965 terjadi pemberontakan –pemberontakan di daerah.Hal yang memicu pemberontakan beragam namun memiliki persamaan yaitu ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat yang cendrung sentralisasi.Sehingga perkembangan hanya terjadi di Jawa.Pemberontakan dimulai dari perwira TNI di daerah (PRRI) di Sumatera dan Sulawesi.Menurut data bahwa pemberontakan itu dibiayai oleh Amerika.Para jendral di daerah meminta bantuan Amerika dengan dalih untuk menghancurkan faham komunis di Indonesia.Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi target Amerika untuk dikuasai dari pengaruh Uni Soviet.Maka pemerintah Indonesia menjauhi amerika yang tertangkap basah membantu pemberontak di daerah.Salah satunya yaitu menolak tawaran pembelian snjata dari amerika dan Indonesia lebih memilih membeli persenjataan dari sekutu Uni Soviet Cekoslowakia.Melihat hal itu Amerika segera melakukan perundingan dengan Indonesia dan memberikan bantuan persenjataan ke Indonesia supaya tidak terjerat oleh blok komunis walaupun sikap Indonesia masih curiga terhadap Amerika.Namun setelah perkembangan selanjutnya hubungan Amerika Indonesia menjadi baik lagi setelah PRRI mengalami kekalahan dari pemerintah Indonesia.Namun hal ini dianggap Australia yang curiga jika persenjataan dari Amerika kepada Indonesia akan digunakan dalam merebut Irian Barat.Dalam perselisihan Irian Barat Amerika selalu berada di belakang untuk mengawasi gerakan Indonesia.Kemudian pada masa selanjutnya hubungan Amerika Indonesia terjadi pasang surut.

    1. Bab IV : Dampak Dominasi Negara-negara Adidaya Terhadap Hubungan Indonesia – Amerika

Amerika adalah merupakan suatu kekuatan global,dan sebagai kekuatan global ia terlibat dalam politik dan strategi global dan bukan regional.Kebijakan regionalnya dirancang untuk menjamin kepentingan globalnya dan bukan untuk kawasan itu sendiri.Karena tujuan utama politik Amerika adalah global maka sejak timbulnya Perang Dingin ,Amerika cenderung salah menginterpretasikan operasi negara-negara lain ,terutama dari dunia ketiga.Pemberontakan dan perjuangan nasional untuk mencapai kemerdekaan melawan kekuasaan colonial barat,yang merupakan sekutu Amerika ,sering dipandang sebagai gerakan revolusioner anti barat dan pro-komunis.Pada waktu berkecamuk perang dingin maka nampak Amerika memandang dunia itu biru atau merah,dan bagi yang netral adalah amoral,dan bagi yang tidak memihak Amerika adalah melawan Amerika.Indonesia mendapat tekanan agar bersekutu dengan Uni Soviet.Tetapi Indonesia tetap menolak untuk bersekutu dengan Uni Soviet maupun dengan Amerika.Karena Indonesia kecewa terhadap sikao Amerika.Kekecewaan ini disebabkan oleh konflik pada diri para pemimpin nasional Indonesia antara harapan mereka akan peran Amerika terhadap Indonesia dan kepentingan Amerika sendiri.

    1. Bab V : Penutup

Kurun waktu 1955-1965 adalah dasawarsa membekunya hubungan Indonesia –Amerika Serikat hingga ke titik nadir.Pada awal 1950-an ,saat warna politik AS terhadap negara Asia ditentukan oleh sejauh mana mereka dapat menyesuaikan diri dengan politik pembendungan (containment policy) AS terhadap ancaman menjalarnya komunisme dari Republik Rakyat Cina ,di Indonesia komunisme justru bak kembang ynag tengah mekar .Hasilnya ,politik luar Indonesia bukan cuma tidak bias menyesuaikan diri dengan kebijakan AS,bahkan bertentangan.Indonesia tidak mengakui Taiwan melainkan Beijing sebagai wakil Cina yang sah,Indonesia mengakui Hanoi bukan Saigon ,Indonesia menentang persekutuan-persekutuan militer beserta pangkalan-pangkalan di mancanegara.Tak heran bila AS membantu pemberontakan daerah yang terjadi di tanah air pada 1957-1958.Buku ini menelusuri jejak-jejak sejarah politik AS terhadap Indonesia dalam kaitannya dengan tiga peristiwa penting,yakni pemberontakan daerah terhadap pemerintah pusat (1958),sengketa Irian Barat (1950-1962),dan perkembangan Partai Komunis Indonesia (1920-1964).

Tidak ada komentar: