Nu Tos Ningal Ieu Blog

Sabtu, 11 Desember 2010

Tasik Babet Bandung


TASIK – Sebagai simpul di Priangan Timur, Kota Tasikmalaya memiliki pesona tersendiri bagi perusahaan besar untuk menjadikannya sebagai kota yang pas untuk menggelar kegiatan besar. Seperti yang dilakukan oleh PT Bakrie Connectivity yang menggelar launching produk layanan akses internet AHA, hari ini di Plaza Asia.
Menurut Direktur Utama Bakrie Connectivity, Erik Meijer dipilihanya Kota Tasikmalaya sebagai tempat launching AHA, karena masyarakat Kota Tasikmalaya termasuk masyarakat yang aktif dan senang mencoba hal-hal baru. Terlebih, yang berkaitan dengan dunia teknologi seperti layanan internet.
Hal tersebut diungkapkan Erik saat berkunjung ke Graha Pena Radar Tasikmalaya, Jalan SL Tobing No 99, kemarin. Erik datang bersama rombongannya, di antaranya Area Sales Manager PT Bakrie Connectivity Jawa Barat Asep Hendrawan, GM PT Bakrie Telecom Regional Jawa Barat Noor Patria Eka Putra, VP RBO PT Bakrie Telecom Indonesia Barat Freddy Gultom dan Area Head PT Bakrie Telecom Priangan Timur Asep Rukmansyah.
Kedatangan Erik bersama rombongan disambut oleh General Manager Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana, General Manager Radar Tasik Televisi Radi Nurcahya, Wapemred Radar Tasikmalaya Ruslan Cakra, Manager Iklan dan Pemasaran Agustiana, Redaktur Pelaksana Tiko Heryanto, Bagian Even dan Promosi Muhammad Fahrur dan segenap tim redaksi Radar Tasikmalaya.
“Terlihat di jejaring sosial, baik FB (Facebook, red) atau Twitter, banyak orang Tasik yang aktif. Baik mereka yang tinggal langsung di Tasik atau yang berada di luar Kota Tasik,” ungkap Erik saat pertemuan itu.
Tak heran dari 75 kota yang dijadikan tempat untuk launching AHA, Kota Tasikmalaya menjadi kota pertama di Jawa Barat, mengalahkan Bandung. Tidak hanya itu, melihat karakteristik Kota Tasikmalaya, PT Bakrie Connectivity pun sengaja mengirimkan orang-orang terhebatnya untuk melakukan penetrasi pasar di wilayah Kota Santri ini.
Erik menerangkan, tujuannya ke Kota Tasikmalaya tidak sekadar untuk launching dan menggelar pameran produk AHA. Namun, timnya ingin mengetahui banyak apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya. Khususnya kebutuhan konektivitas layanan internet.
“Dengan berkunjung ke Radar Tasikmalaya, kami berharap bisa berdiskusi banyak, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya. Dan bisa mendapatkan masukan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” tuturnya.
Sementara itu paparannya, Dadan Alisundana mengungkapkan, di era otonomi daerah, memang banyak terjadi perubahan. Pun di Kota Tasikmalaya. Dicontohkannya, bila dulu di Kota Tasikmalaya tidak ada mal, kini sudah bermunculan mal. Begitu pun dengan kebutuhan akan fasilitas internet terbilang cukup besar.
Terlebih, kata dia, Kota Tasikmalaya merupakan kota kedua setelah Bandung. Dimana hal-hal yang bersifat baru, sangat mudah berkembang di kota ini.
“Kota Tasikmalaya termasuk kota ketat. Tetapi ingin maju cepat dan masyarakat cukup konsumtif. Ada tren baru, pasti selalu ingin mencoba. Tak heran produk-prosuk selular sangat cepat diterima masyarakat Tasik,” ungkap Dadan.
Ditambahkan Radi Nurcahya, pengguna internet di Tasikmalaya di Kota Tasik merata. Mulai kalangan anak-anak hingga dewasa. Bahkan trend pemanfaatan internet terlihat dari bermunculannya jasa-jasa penyewaan laptop di sejumlah pusat perbelanjaan.
“Padahal di kota lain, tidak ada laptop yang disewakan, namun di Tasik ini di mal sudah banyak jasa penyewaan. Ini menjadi tanda bahwa pengguna internet di Tasik cukup tinggi. Belum lagi bermunculannya sejumlah warnet untuk fasilitas berinternet bagi masyarakat,” ungkap Radi.
Usai sharing dengan tim harian pagi Radar Tasikmalaya, rombongan Bakrie pun langsung mengunjungi studio Radar Tasik Televisi yang akan launching dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya, tim Bakrie Connectivity dan Bakrie Telecom menggelar press conference di Dapur Tasik Steak and Corner Plaza Asia.
Pada kesempatan tersebut, Erik didampingi Asep Hendrawan, Noor Patria Eka Putra, Freddy Gultom, Marketing & Public Relations Manager PT Bakrie Connectivity Devi Yosita serta Brand Manager PT Bakrie Connectivity Dian Nur Farida menjelaskan mengenai produk AHA.
Dijelaskan Erik, AHA adalah layanan akses internet berkecepatan tinggi berbasis jaringan CDMA (Code Division Multiple Acces) 1X-EVDO (Evolution Data Optimize) Reb A, dengan perangkat USB Modem Olive tipe VME-11 dari Bakrie Connectivity.
Dengan teknologi EVDO, kata Erik, koneksi jalur data yang terdeteksi terpisah antara jalur suara dan data. Membuat kemampuan akses data internet jelas dapat diandalkan serta mampu memberikan layanan data berkualitas bagi para pengguna internet yang menginginkan akses internet cepat tanpa gangguan.
“Kemampuan akses kecepatan AHA untuk download mencapai 1,3 Mbps dan kecepatan upload hingga 1,8 Mbps dapat memuaskan para pengguna internet dalam beraktivitas di dunia maya, dan mengakses email, browsing, chatting, blogging, web maupun berinteraksi di situs jejaring sosial masa kini,” jelas Erik.
Selain itu, Bakrie Connectivity telah berkolaborasi dengan Google b internasional. Google yang dikenal sebagai layanan pencarian web terbesar meluncurkan Google Chrome yang telah dimodifikasi secara khusus untuk AHA. “Dengan Google Chrome, browsing experience yang lebih cepat. Itu sesuai dengan visi Bakrie Connectivity. Jadi, konsumen bisa menikmati aplikasi Google Chrome dalam versi bahasa Indonesia di produk-produk Bakrie Connectivity,” jelasnya.
Ditanya mengenai sasaran produk ini, Erik mengatakan, pihaknya menyasar pengguna internet yang tidak puas dengan fasilitas internet yang ada saat ini. Tentu saja juga menyasar pelanggan yang belum pernah menggunakan internet.
“Di sini kami menawarkan produk yang berkualitas namun dengan harga terjangkau. Yakni hanya Rp 499 ribu (selama launching, red) plus gratis internet unlimited 50 hari. Kalau dibandingkan dengan paket yang kita tawarkan yang berkecepatan 3,1 Mbps dengan tarif Rp 10 ribu per hari, sama saja kita memberikan produk gratis. Karena kalau dihitung, 10 ribu dikali 50 totalnya sudah 500 ribu. Jadi sama saja pelanggan membeli paket,” ungkapnya.
Erik berharap, diluncurkannya modem AHA bisa menjawab kebutuhan konsumen, khususnya yang menginginkan internet berkecepatan tinggi namun harga murah. “Pelanggan di kota-kota lain yang sudah launching AHA, seperti Surabaya, Jogja, Solo dan Semarang, sudah mencapai ribuan. Kami harap respon di Tasik juga sama. Dan untuk besok (hari ini, red), saat launching sekaligus pameran selama tiga hari, kami sediakan 2000 unit AHA,” ungkapnya.
“Kami sarankan juga untuk konsumen yang tertarik, untuk segera membelinya. Karena kemungkinan besar kita akan membatasi jumlah pelanggan. Hal itu untuk mempertahankan kualitas produk kita dan kenyamanan pelanggan AHA,” tegasnya. (tin/qyc)
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 23 Juli 2010 02:13 )


sumber: radar tasikmalaya.com

Tidak ada komentar: